Tentang SMART-Fish

PROGRAM

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang melaksanakan program 5-tahunan (2014-2019) di bidang peningkatkan kapasitas ekspor produk-produk perikanan unggulan. Program yang dinamakan sebagai SMART-Fish Indonesia (Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish) ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh KKP dan UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) yang dibiayai dengan hibah dari pemerintah Swiss melalui SECO (Switzerland’s State Secretariat for Economic Affairs).

SMART-Fish Indonesia ini dirancang secara terpadu dan utuh dengan mengikusertakan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai nilai (value chain) termasuk dari kalangan akademisi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Di bawah koordinasi KKP, program ini juga mengikutsertakan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, asosiasi-asosiasi perikanan yang berkaitan serta Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan Valcapfish Center.



For AIM


Dengan dana sebesar 4,5 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp 56 milyar, program ini menekankan pada prinsip pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di sektor perikanan di Indonesia. Secara khusus program ini berupaya untuk memperkuat kapasitas perdagangan dan ekspor tiga rantai nilai (value chains) unggulan yaitu perikanan tuna / cakalang dari pole & line (huhate), patin dan rumput laut, sembari tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dengan mengedepankan pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan untuk dipromosikan di pasaran global.
Program ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan-tantangan sektor perikanan di Indonesia antara lain :



LOKASI


Lokasi yang dipilih untuk kegiatan SMART-Fish Indonesia ini adalah di Propinsi Jambi, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Pemilihan tiga rantai nilai (value chains) unggulan yaitu pole & line tuna, patin dan rumput laut secara umum berdasarkan pertimbangan berikut :

  • Keanekaragaman rantai nilai yang meliputi penangkapan dan budidaya termasuk rumput laut;
  • Dampak positif yang besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terlibat baik di tingkat lokal, regional maupun nasional melalui penerapan praktek-praktek yang berkelanjutan, khususnya pada kelompok berpenghasilan rendah dan wanita;
  • Potensi yang besar untuk dikembangkan secara luas melibatkan komunitas yang lebih besar di tempat-tempat lainnya di Indonesia;
  • Adanya efisiensi sumber daya dan potensi pengurangan limbah sepanjang rantai nilai.